Skip to main content

INTI SEDERHANA DIBALIK DARI TAURAT

Taurat muncul sebagai "penuntun" kepada orang Israel pada saat itu karena "sebelumnya" Musa "seorang diri" harus mengadili tiap2 perkara di hadapan orang2 Israel jika terjadi sebuah pelanggaran dan pekerjaan seperti ini sangat melelahkan baik kepada Musa maupun kepada segenap bangsa Israel karena mereka bisa dari pagi hingga petang menunggu keputusan Musa atas tiap2 perkara dan lagipula tidak adanya hukum tertulis di waktu itu menjadikan Musa tiap kali mendapati suatu perkara harus menghadap Allah untuk menanyakan petunjukNya (Keluaran 18).

Lalu Allah memberikan perintah dan perjanjian agar ditaati oleh segenap bangsa tsb dan disinilah muncul 10 Hukum tsb (Keluaran 19-20).

Taurat berbicara tentang sebab dan akibat dalam pemahaman sederhananya begini: Jika kita melakukan ini maka akibatnya ini jika melakukan itu maka akibatnya itu. Perlu dipahami bahwa hukum ini didasarkan oleh karena "Kasih". mata ganti mata, gigi ganti gigi pada awal mulanya bukanlah sebuah peraturan kejam karena inti dari ajaran ini adalah "jangan lakukan sesuatu yang akibatnya kita sendiri tidak mau diperlakukan demikian". kesan yg kejam dari mata ganti mata ini adalah ketika memang terjadi sebuah insiden dimana seseorang melakukan pelanggaran tsb sehingga akibat hukumnya terkesan "sadis" tetapi awal mulanya tidak demikian.

Yesus meluruskan pemahaman tentang Taurat ini dengan quote yg terkenal:

Matius 7:12 (TB)  "Segala sesuatu yang kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah demikian juga kepada mereka. Itulah isi seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi.

isi yg disampaikan oleh Yesus lebih positif dalam penyampaiannya tetapi sebenarnya sama maknanya yaitu: kalau matamu tidak mau disakiti jangan menyakiti mata sesamamu.

Lalu Yesus kembali meluruskan Taurat ini dan bukan meniadakan apa yg Allah sampaikan kepada Musa:

Matius 5:38-39 (TB)  Kamu telah mendengar firman: Mata ganti mata dan gigi ganti gigi.
Tetapi Aku berkata kepadamu: Janganlah kamu melawan orang yang berbuat jahat kepadamu, melainkan siapa pun yang menampar pipi kananmu, berilah juga kepadanya pipi kirimu.

Ini adalah poin dalam perintah ini yaitu: jangan menuntut balas kejahatan dengan sebuah tindakan yang jahat. perintah ini hanya di dasarkan oleh sebuah pengertian bahwa "jangan menyakiti sesamamu" bukan makna yang diserong oleh orang2 Yahudi menjadi sebuah "tuntutan keadilan" sehingga dalam pelaksanaan hukum taurat menjadi tindakan yang sadis. Maka dari itu Yesus meluruskan bahwa mereka harus STOP menyakiti sesama dan jikalau mereka mengalami perlakuan yang tidak adil maka mereka jangan menuntut balas karena hal tersebut hanya akan terus menerus saling menyakiti.. Begitu intinya.

Taurat bukanlah versus dengan Yesus melainkan inti dari HT tsb adalah kasih dan Yesus sudah datang meluruskan semua perintah Allah yang di turunkan oleh Musa untuk itu kita tidak perlu di bawah Taurat lagi karena inti dari Taurat ada di dalam diri sosok Yesus yang terpatri di dalam loh hati kita.

Comments

Popular posts from this blog

PERINTAH MEMBUNUH OLEH ALLAH

Keluaran 20:13 (TB)  Jangan membunuh.  Telah lama menjadi pemikiran orang-orang Kristen tentang bagaimana di satu sisi Allah memberi larangan kepada orang Israel lewat Musa pada perintah ke-6 dalam 10 Hukum yaitu “jangan membunuh” tetapi di satu sisi Allah juga “sering” memberi perintah kepada umat-Nya untuk membunuh orang-orang yang menentang Allah. Pemikiran umumnya bagi yang berpikir secara sederhana bahwa Allah punya 2 sisi sifat yaitu kasih dan adil, itu tidak salah namun akhirnya terbentur kepada kesimpulan yaitu: Bagaimana mungkin Allah yang memberi perintah jangan membunuh tetapi memerintahkan umat-Nya untuk melanggar apa yang menjadi larangan tersebut, sehingga terjadi kontradiksi perintah dan hukum dari diri seorang Allah? Bukankah Allah berpegang kepada hukum? Lalu pertanyaan selanjutnya jika Allah menyuruh umat-Nya untuk membantai suatu ras atau suku bangsa tertentu maka sisi kasih Allah terdapat celah yaitu “pilih kasih” atau membeda-bedakan umat manus...

DUA POHON DI DALAM TAMAN EDEN

Pohon pengetahuan Pohon pengetahuan yang baik dan yang jahat merupakan simbol dari Taurat dimana ketika kita mencoba "mencicipi buahnya" maka yang terjadi adalah kita mulai tahu apa yang baik dan yang jahat. Taurat adalah suatu peraturan dan rambu serta larangan yang Allah tetapkan agar manusia tahu mana yang baik dan mana yang jahat. Tetapi manusia justru makin lebih tahu dosanya ketika memakan buah dari Taurat ini dan terlihat aib (ketelanjangan) mereka di mata Tuhan. Pohon pengetahuan dan Taurat itu kudus, dan justru karena kekudusan inilah yang mengakibatkan manusia lebih tahu keadaan diri mereka sebenarnya apakah mereka dalam keadaan berdosa atau tidak. Ular selalu ada di dalam lingkungan "pohon taurat" ini hanya untuk menuduh dosa yang terlihat jelas serta membuat manusia tersandung ketika melakukan hukum ini agar jatuh dalam dosa. Dan biasanya ketika manusia terlihat aib/ketelanjangannya, maka responnya adalah membela diri serta menyalahkan sekitar/di deka...